Senin, 09 September 2019

Polemik PB Djarum vs KPAI: Bagaimana Respon Netizen? Berikut Hasilnya!



Polemik PB Djarum vs KPAI: Bagaimana Respon Netizen? Berikut Hasilnya!


PB DJarum yang telah melakukan audisi sejak 2006 (Sumber: Detik.com)
Di tengah hiruk pikuknya bulutangkis menjelang turnamen akbar tahun depan, yakni Olimpiade Tokyo 2020, ada kabar buruk bagi para pecinta bulutangkis tanah air. PB Djarum, yang sedianya selalu mengadakan audisi bagi para pemain muda bulutangkis untuk kemudian diberikan beasiswa bulutangkis, mendadak akan menghentikan audisinya mulai tahun 2020 mendatang, seperti diwartakan Detik.com. Hal ini dikarenakan mereka diprotes oleh KPAI karena dugaan eksploitasi anak demi mereka dagang mereka, yang notabene adalah mereka dagang rokok.
Sontak publik pun terbelah dua, ada yang mendukung PB Djarum dan tetap meyakinkan agar audisi tetap diadakan, ada juga yang mendukung KPAI dan mengatakan bahwa KPAI sudah melakukan hal yang tepat dan mengkritik para pendukung PB Djarum. Bagaimana lanjutan ceritanya? Bagaimana respon netizen di dunia maya?
Ternyata, seperti dilansir Detik.com, mereka mengadakan jajak pendapat dengan judul "Pro Kontra PB DJarum vs KPAI soal Audisi Badminton Disetop. Bagaimana Pendapat Anda?" dan sampai pada hari ini (9/9), tampak yang mendukung PB Djarum jauh lebih mendominasi dengan jumlah 417 komentar, berbanding 38 komentar yang mendukung KPAI.
Pro Kontra PB Djarum vs KPAI (Sumber: Detik.com)
Dukungan bagi PB Djarum juga tak sampai disitu, karena di situs Change.org, juga muncul petisi untuk mengembalikan audisi PB Djarum, yang hingga hari ini (9/9) telah mencapai lebih dari 62.000 orang telah setuju. Bagaimana pendapat anda? Apakah anda termasuk orang yang pro PB Djarum? Atau justru pro KPAI? Berikan komentar ada dibawah ya!

Kamis, 05 September 2019

Demi Tiket Olimpiade Tokyo 2020, Fajar/Rian "Terpaksa" Turun Kasta! Kenapa?

Demi Tiket Olimpiade Tokyo 2020, Fajar/Rian "Terpaksa" Turun Kasta! Kenapa?


Fajar/Rian di Indonesia Open (Sumber: Indosport.com)

Olimpiade Tokyo 2020 semakin mendekat. Para atlet dan binaragawan dari berbagai negara mulai bersiap untuk mengikuti serangkaian kualifikasi di cabang olahraganya masing - masing, tak terkecuali olahraga Bulutangkis yang seringkali menjadi salah satu lumbung medali emas negara Indonesia. Saat ini, cabang ganda putra paling berpeluang memperebutkan medali di olimpiade mendatang.
Saat ini, diambil dari bwfbadminton.com, di posisi 10 besar bulutangkis cabang ganda putra, ada 3 pasang ganda putra Indonesia yang memperebutkan 2 tiket ke Olimpiade tahun depan (maksimal 2 pasang per negara), mereka adalah "The Minions" Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang adalah ranking 1 dunia (ranking 4 di perhitungan poin menuju Olimpiade), "The Daddies" Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang adalah ranking 2 dunia (ranking 1 di perhitungan ranking menuju Olimpiade), dan terakhir ada Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang adalah ranking 6 dunia.
Nah, meski saat ini adalah ranking 6 dunia, nyatanya Fajar/Rian masih jauh sekali dari para rekannya di perhitungan poin menuju Olimpiade ini. Tercatat, mereka masih tercecer di urutan 15 sementara perhitungan poin menuju Olimpiade. Melihat posisi saat ini, tampak agak sulit bagi mereka untuk merangsek naik ke atas bila hanya sekadar mengikuti turnamen kelas atas. Tercatat, mereka hanya mencapai babak 16 besar di 2 turnamen besar terakhir (Jepang Terbuka dan Thailand Terbuka), serta hanya mencapai perempat final di Indonesia Terbuka (meski di Kejuaraan Dunia mereka berhasil selangkah lebih baik dengan mencapai babak semi final dan meraih medali perunggu setelah dikalahkan rekan senegara Hendra/Ahsan).
Maka dari itu, untuk mengejar poin untuk ikut Olimpiade, Fajar/Rian akhirnya terpaksa "turun kasta" dengan cara mengikuti turnamen yang levelnya jauh lebih rendah dibandingkan biasanya. Bila mereka diikutsertakan di turnamen Super 500 keatas (setara Super Series), maka demi memperbaiki posisi, terpaksa mereka harus mengikuti turnamen level yang lebih rendah, yang dimulai pada minggu ini yakni China Taipei Terbuka, yang diselenggarakan dari tanggal 3 - 8 September ini adalah turnamen berlevel Super 300 (setara Grand Prix Gold), dan setelah gelaran turnamen papan atas China Terbuka yang adalah turnamen Super 1000 dan gelaran Korea Terbuka yang adalah turnamen Super 500, pada 2 - 7 Oktober nanti, mereka juga akan mengikuti turnamen yang bahkan jauh lebih rendah lagi namun tetap menghasilkan poin, yakni di Indonesia Masters Super 100 yang setara dengan level Grand Prix, seperti diwartakan Indosport.
Hal tersebut memang cukup mengejutkan, namun terpaksa dilakukan demi mengejar poin ke Olimpiade. Juga, bermain di level rendah kembali dilakukan untuk menambah kepercayaan diri mereka yang masih agak kurang konsisten di turnamen level atas. Dan ditambah dengan status mereka yang pasti menjadi unggulan pertama di turnamen juga menjadi latihan mental yang bagus untuk mencapai juara. Akankah mereka berhasil menjadi juara di turnamen level rendah tersebut? Dan apakah mereka dapat mendekati raihan poin rekan senegara mereka? Kita tunggu saja sampai perhitungan poin Olimpiade selesai dilakukan tahun depan!

Minggu, 03 Maret 2019

Besok Lusa Main, Ada 33 Wakil Indonesia Di Turnamen Elite Pertama, All England 2019!

Besok Lusa Main, Ada 33 Wakil Indonesia Di Turnamen Elite Pertama, All England 2019!


All England Championships (Sumber: Tribunnews)

Minggu Ini! Setelah para pecinta bulutangkis di Indonesia diramaikan dengan DJarum Superliga 2019 dan 2 turnamen kelas menengah Spanyol Masters dan Jerman Terbuka (keduanya adalah turnamen BWF World 300) selama beberapa minggu kemarin, minggu ini turnamen akbar bulutangkis pertama di tahun ini akan dimulai!. Ya, turnamen pertama berlevel BWF World 1000 atau yang turnamen BWF paling tinggi tahun ini adalah Yonex All England Championship 2019, yang sedianya akan digelar mulai tanggal 6 sampai 10 Maret 2019 mendatang di kota Birmingham, Inggris.
Turnamen BWF World 1000 pertama ini memiliki total hadiah terbesar di seluruh kompetisi BWF World Tour, dimana total hadiahnya mencapai 1 juta Dolar Amerika, atau sekitar 14 Miliar Rupiah, yang jumlahnya sama dengan total hadiah turnamen BWF World 1000 lainnya, China Terbuka, dan hanya lebih kecil daripada Indonesia Terbuka (yang juga adalah turnamen BWF World 1000) yang total hadiahnya adalah 1,25 Juta Dolar Amerika atau sekitar 17,5 Miliar Rupiah.
Di turnamen ini, seperti dilansir bwfbadminton, ada 32 tempat dan total 256 pemain dari 5 cabang disiplin yang akan memperebutkan titel juara, Indonesia sendiri tidak ketinggalan untuk memberikan wakil di All England 2019 ini. Tercatat, 33 wakil Indonesia akan ikut memperebutkan titel juara di All England 2019 nanti, dimana 3 wakil di tunggal putra, 2 wakil di tunggal putri, 5 wakil di ganda putra, 3 wakil di ganda putri, dan terbanyak ada 6 wakil di ganda campuran.
Berikut lawan - lawan wakil Indonesia di babak pertama All England 2019 seperti dilansir dari bwfbadminton:
Tunggal Putra:
  1. Jonatan Christie vs Lee Dong-Keun (KOR)
  2. Tommy Sugiarto vs Rajiv Ouseph (ENG)
  3. Anthony Sinisuka Ginting (8) vs Angus Ng Ka Long (HKG)
Tunggal Putri:
  1. Fitriani vs He BingJiao (6) (CHN)
  2. Gregoria Mariska Tunjung vs Nozomi Okuhara (2) (JPN)
Ganda Putra:
  1. Marcus Gideon/Kevin Sanjaya (1) vs Zhang Nan/Liu Cheng (CHN)
  2. Wahyu Nayaka/Ade Yusuf vs Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (5) (DEN)
  3. Berry Angriawan/Hardianto vs Goh V Shem/Tan Wee Kiong (MYS)
  4. Fajar Alfian/Rian Ardianto (8) vs Ko Sung-Hyun/Shin Baek-Cheol (KOR)
  5. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (6) vs Marcus Ellis/Chris Langridge (ENG)
Ganda Putri:
  1. Greysia Polii/Apriani Rahayu (4) vs Chloe Birch/Lauren Smith (ENG)
  2. Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah vs Lee So-Hee/Shin Seung Chan (6) (KOR)
  3. Ni Ketut Mahadewi/Rizki Amelia Pradipta vs Maiken Fruergaard/Sara Thygesen (DEN)
Ganda Campuran
  1. Hafiz Faizal/Gloria Emmanuelle Widjaja (8) vs Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti
  2. Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari vs Mark Lamsfuss/Isabel Herrtrich (GER)
  3. Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow vs Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami
  4. Ronald Alexander/Annisa Saufika vs Goh Soon Huat/Shevon Jamie Lai (MYS)
Apakah wakil Indonesia dapat lolos ke babak selanjutnya? Kita tunggu saja! Semoga banyak wakil Indonesia yang dapat menjadi juara!

Selasa, 19 Februari 2019

Djarum Superliga 2019 Hari Kedua Bagian Putri: Djarum Kalah, Mutiara dan Jaya Raya Menang!

Djarum Superliga 2019 Hari Kedua Bagian Putri: Djarum Kalah, Mutiara dan Jaya Raya Menang!


Djarum Superliga 2019 (Sumber: IndoSport)

Djarum Superliga 2019 adalah turnamen bulutangkis beregu yang tidak masuk kalender BWF, sehingga tidak memberikan poin untuk peringkat dunia. Meski begitu, turnamen nasional ini cukup bergengsi karena akan mempertandingkan berbagai pemain tingkat dunia, baik itu pemain lokal maupun internasional. Tercatat, 8 tim tunggal putra dan 8 tim tunggal putri yang terbagi dalam masing - masing 2 grup (Grup A dan B untuk tim pria, dan Grup X dan Y untuk tim wanita) akan bertanding memperebutkan total hadiah 300.000 Dolar Amerika (sekitar 4,35 Miliar Rupiah), seperti dilansir dari Tempo. Turnamen tersebut diselenggarakan pada tanggal 18 - 24 Februari 2019 dan diselenggarakan di Sabuga, Kota Bandung.
Pada hari ini, diselenggarakan dua laga di masing - masing grup, dimana di Grup X ada Jaya Raya Jakarta yang melawan Samurai Japan Reptiles (Jepang) dan Berkat Abadi yang melawan Tiket.com Champion Klaten. Sedangkan di Grup Y ada Mutiara Cardinal Bandung yang melawan Granular (Thailand) dan Djarum Kudus yang melawan Saishunkan Nihon - Unisys (Jepang).

Apriani Rahayu membela Jaya Raya Jakarta di Djarum Superliga 2019 (Sumber: Tirto.id)
Hasilnya, di Grup X, Jaya Raya Jakarta berhasil unggul telak 5-0 atas Samurai Japan Reptiles. Wakil impor Jaya Raya asal Vietnam Vu Thi Trang memberi poin pertama setelah ia menang 2 set langsung 21-11 21-8 atas lawannya Hitomi Nimura dalam 32 menit. Sri Fatmawati juga menang 2 set 21-13 21-11 atas Maiko Kawazoe untuk membuat Jaya Raya unggul 2-0 dalam 31 menit.
Asty Dwi Widyaningrum kemudian menambah poin lagi bagi Jaya Raya setelah menang 21-19 21-16 atas Akane Araki dalam 31 menit. Anggia Shitta Awanda/Shela Devi Aulia kemudian turut menambah poin Jaya Raya menjadi 4-0 setelah memenangi laga ketat 3 set 21-18 16-21 21-18 atas Maiko Kawazoe/Soyoka Yamaguchi. Terakhir, Apriani Rahayu/Pia Zebadiah Bernadet menyempurnakan koleksi poin Jaya Raya menjadi 5-0 setelah menang 21-13 21-15 atas Akane Arai/Riko Imai.

Zhang Beiwen kala melawan Desima Aqmar, Zhang kalah 17-21 11-21 (Sumber: BolaSport)
Sedangkan laga lainnya di Grup X, Berkat Abadi juga menang tipis 3-2 atas Tiket.com Champion Klaten. Pemain impor Berkat Abadi asal Amerika Serikat, Zhang Beiwen secara mengejutkan ditakluk pemain Tiket.com Champion Klaten Desima Aqmar Sharavina 17-21 11-21 dalam tempo 28 menit untuk memberikan Tiket.com Champion Klaten keunggulan 1-0.
Namun, Berkat Abadi langsung menyamakan kedudukan lewat Dian Fitriani/Nadya Melati yang menang 2 set langsung 21-12 21-14 atas Indah Cahya Sari Jamil/Rosyita Eka Putri Sari, sebelum menjadi memimpin 2-1 setelah tunggal kedua Gabriela Meilani Moningka menang 21-14 21-19 atas Komang Ayu Cahya Dewi dalam 37 menit.
Febby Valencia Dwijayanti/Lisa Ayu Kusumawati kemudian sempat membuat skor menjadi 2-2 setelah menang 3 set 11-21 21-14 21-15 atas Brigitta Marcelia Rumambi/Ririn Amelia, namun Isra Faradilla akhirnya membuat Berkat Abadi unggul 3-2 atas Tiket.com Champion Klaten setelah ia menang 2 set 24-22 21-12 atas Aisyah Sativa Fatetani dalam tempo 43 menit.

Gregoria Mariska yang membela Mutiara Cardinal Bandung (Sumber: Tribunnews)
Sedang di Grup Y, Mutiara Cardinal Bandung menang telak 5-0 atas Granular (Thailand). Pemain tunggal putri PBSI Gregoria Mariska membuka poin Mutiara Cardinal setelah ia menang 21-18 21-17 atas Manassanan Lerthattasin dalam 27 menit, sebelum Maretha Dea Giovani/Yulfira Barkah menambah keunggulan Mutiara Cardinal menjadi 2-0 setelah menang aas Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong dalam pertarungan ketat 3 set 14-21 21-16 23-21 dalam tempo 70 menit.
Pemain impor asal Hongkong Cheung Ngan Yi kemudian menambah keunggulan Mutiara Cardinal setelah menang 2 set langsung 21-5 21-11 atas Panisa Puangsawat dalam 25 menit. Pemain impor lain asal Korea Eom Hye Won/Kim Ha-Na memberi poin lagi bagi Mutiara Cardinal menjadi 4-0 setelah menang mudah 21-5 21-9 atas Nannapas Sukklad/Suchanya Kanchanasaka. Hanna Ramadhini kemudian menutup laga dengan kemenangan 21-12 21-14 atas Somm Sawangsari dalam 29 menit untuk membuat Mutiara Cardinal unggul telak 5-0.

Michelle Li memperkuat Djarum Kudus (Sumber: TIrto.id)
Sedangkan Djarum Kudus secara tidak terduga harus kalah tipis 2-3 atas lawannya Saishunkan Nihon - Unisys (Jepang). Pemain impor asal Kanada Michelle Li awalnya membuat Djarum Kudus memimpin 1-0 setelah ia menang 21-14 21-10 atas Ayumi Mine dalam tempo 34 menit. Chisato Hoshi/Reika Kakiiwa kemudian menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah mereka menang 21-13 21-12 atas wakil Djarum Kudus Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Dinar Dyah Ayustine membuat Djarum unggul kembali 2-1 setelah ia menang dengan sangat ketat 3 set 12-21 23-21 23-21 melawan Yukino Nakai dalam waktu satu jam. Kie Nakanishi/Rin Iwanaga membuat kedudukan kembali imbang 2-2 setelah mereka menang melawan Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto dengan 3 set 18-21 21-13 21-18, sebelum Shiori Ebihara akhirnya membuat Saishunkan Nihon - Unisys (Jepang) unggul 3-2 setelah menang 21-14 21-14 atas wakil Djarum Kudus Alifia Intan Nurrokhim dalam 33 menit.
Hari ketiga akan diselenggarakan besok tanggal 20 Februari 2019, dimana di Grup X akan ada Berkat Abadi melawan Samurai Japan Reptiles, dan di Grup Y ada Mutiara Cardinal Bandung melawan Saishunkan Nihon - Unisys (Jepang). Tim manakah yang akan menang? Kita tunggu saja!
Semua hasil pertandingan diperoleh dari djarumbadminton.com

Djarum Superliga 2019 Hari Kedua Bagian Putra: Sports Affair Tipis, Jaya Raya Mudah Saja!

Djarum Superliga 2019 Hari Kedua Bagian Putra: Sports Affair Tipis, Jaya Raya Mudah Saja!


Djarum Superliga Badminton 2019 (Sumber: IndoSport)

Djarum Superliga 2019 adalah turnamen bulutangkis beregu yang tidak masuk kalender BWF, sehingga tidak memberikan poin untuk peringkat dunia. Meski begitu, turnamen nasional ini cukup bergengsi karena akan mempertandingkan berbagai pemain tingkat dunia, baik itu pemain lokal maupun internasional. Tercatat, 8 tim tunggal putra dan 8 tim tunggal putri yang terbagi dalam masing - masing 2 grup (Grup A dan B untuk tim pria, dan Grup X dan Y untuk tim wanita) akan bertanding memperebutkan total hadiah 300.000 Dolar Amerika (sekitar 4,35 Miliar Rupiah), seperti dilansir dari Tempo. Turnamen tersebut diselenggarakan pada tanggal 18 - 24 Februari 2019 dan diselenggarakan di Sabuga, Kota Bandung.
Pada hari ini, diselenggarakan satu laga di masing - masing grup, dimana di Grup A ada Sports Affair (Malaysia) melawan Daihatsu Aztec, dan di Grup B ada Jaya Raya Jakarta melawan HItachi (Jepang).

Ganda Putra Junior Indonesia Daniel/Leo Rolly Carnado membela Daihatsu Aztec (Sumber: SportaNews)
Hasilnya, Sports Affair yang mayoritas bermaterikan pemain Malaysia menang tipis 3-2 atas Daihatsu Aztec. Tunggal putra pertama Chong Wei Feng memberi poin pertama bagi Sports Affair setelah menang 2 set 21-15 21-17 melawan wakil Daihatsu Aztec Vicky Angga Saputra dalam 35 menit. Ganda putra Mohamad Arif Ab Latif Arif/Nur Mohd Ayub Azriyn kemudian menambah keunggulan Sports Affair menjadi 2-0 setelah menang ketat 3 set atas Daniel Marthin/Leo Rolly Carnado 21-19 18-21 21-17 dalam 49 menit.
Namun, Daihatsu Aztec bisa mengecilkan kedudukan menjadi 2-1 setelah wakilnya Gatjar Pillang Cupu menang 21-18 21-18 atas wakil Sports Affair Seng Zeo Yeoh dalam 30 menit. Pramudya Kusumawardhana Riyanto/Yeremia Erich Yoche Yacob kemudian menyamakan kedudukan 2-2 setelah menang 22-20 21-13 atas Lin Shang Kai/Tseng Min Hao dalam 26 menit. Poin terakhir kemudian berhasil diambil oleh Sports Affair setelah wakil Indonesia di Sports Affair Fikri Ihsandi Hadmadi menang 3 set 14-21 21-10 21-11 atas Iqbal Aji Tri Pamungkas.

Hendra Setiawan berpasangan dengan Marcus Gideon di Jaya Raya Jakarta (Sumber: Tirto.id)
Sedangkan di Grup B ada Jaya Raya Jakarta yang menang 5-0 atas Hitachi asal Jepang. Tommy Sugiarto membuka skor Jaya Raya setelah menang 2 set 21-10 21-6 atas Ryutaro Maruo. Hendra Setiawan/Marcus Gideon kemudian menambah skor Jaya Raya 2-0 setelah menang 2 set 21-16 21-16 atas Keiichiro Matsui/Yoshinori Takeuchi dalam 26 menit. Wakil impor Jaya Raya Jakarta asal Vietnam Nguyen Tien Minh menambah keunggulan menjadi 3-0 setelah menang 21-13 21-16 atas Koji Naito.
Angga Pratama/Muhammad Rian Ardianto terus menambah keunggulan jadi 4-0 atas Hitachi (Japan) setelah ia menang 21-15 21-14 dalam 27 menit melawan Masato Takano/Yoshiki Tsukamoto. Krishna Adi Nugraha menyempurnakan keunggulan 5-0 setelah menang 2 set 21-12 21-16 atas Keita Makino.
Hari kedua akan diselenggarakan besok tanggal 19 Februari 2019, dimana pertandingan besok adalah sebagai berikut:
Grup A:
Sports Affair (Malaysia) vs Berkat Abadi
Musica Trinity vs Daihatsu Aztec
Grup B:
Jaya Raya Jakarta vs Jatim United
Djarum Kudus vs Hitachi (Jepang)
Semua hasil pertandingan diperoleh dari djarumbadminton.com

Senin, 18 Februari 2019

Djarum Superliga 2019 Hari Pertama Bagian Putri: Jaya Raya Sempurna, Djarum Menang Mudah!

Djarum Superliga 2019 Hari Pertama Bagian Putri: Jaya Raya Sempurna, Djarum Menang Mudah!


Djarum Superliga Badminton 2019 (Sumber: IndoSport)

Djarum Superliga 2019 adalah turnamen bulutangkis beregu yang tidak masuk kalender BWF, sehingga tidak memberikan poin untuk peringkat dunia. Meski begitu, turnamen nasional ini cukup bergengsi karena akan mempertandingkan berbagai pemain tingkat dunia, baik itu pemain lokal maupun internasional. Tercatat, 8 tim tunggal putra dan 8 tim tunggal putri yang terbagi dalam masing - masing 2 grup (Grup A dan B untuk tim pria, dan Grup X dan Y untuk tim wanita) akan bertanding memperebutkan total hadiah 300.000 Dolar Amerika (sekitar 4,35 Miliar Rupiah), seperti dilansir dari Tempo. Turnamen tersebut diselenggarakan pada tanggal 18 - 24 Februari 2019 dan diselenggarakan di Sabuga, Kota Bandung.
Pada hari ini, diselenggarakan laga pertama di masing - masing Grup, dimana Grup X ada Jaya Raya Jakarta melawan Tiket.com Champion Klaten, Grup Y ada Djarum Kudus (W) melawan Granular.

Greysia Polii/Apriani Rahayu saat bertanding membela Jaya Raya Jakarta (Sumber: Tribunnews)
Hasilnya, di Grup X, Jaya Raya Jakarta menang mutlak 5-0 atas lawannya Tiket.com Champion Klaten. Pemain impor asal Vietnam Vu Thi Trang memberikan poin pertama bagi Jaya Raya setelah ia menang 2 set 21-12 21-13 atas Desima Aqmar Syarafina dalam 37 menit. Greysia Polii/Apriani Rahayu kemudian menambah kedudukan Jaya Raya menjadi 2-0 setelah memenangi duel sulit melawan Indah Cahya Sari Jamil/Rosyita Eka Putri Sari dengan 3 set 17-21 22-20 21-12 dalam waktu tepat 1 jam.
Sri Fatmawati membuat skor menjadi 3-0 setelah ia menang 21-13 21-14 melawan Nandini Putri Arumni dalam 33 menit. Ganda putri kedua Anggia Shitta Awanda/Jauza Fadhila Sugiarto juga menang untuk memberikan keunggulan 4-0 untuk Jaya Raya meski harus bekerja keras untuk menang 3 set 24-22 18-21 21-19 atas Febby Valencia Gani/Lisa Ayu Kusumawati dalam tempo satu jam. Terakhir, Asty Dwi WIdyaningrum melengkapi kemenangan Jaya Raya Jakarta menjadi 5-0 setelah ia juga menang 2 set 21-12 21-17 melawan Aisyah Sativa Fatetani dalam 31 menit.

Pemain "Impor" Djarum Kudus, Michelle Li asal Kanada (Sumber: Tribunnews)
Di Grup Y, Djarum Kudus juga menang mudah 4-1 atas tim impor Granular asal Thailand. Tunggal Putri impor asal Kanada, Michelle Li memberi poin pertama bagi Djarum Kudus setelah menang langsung 2 set atas Manassanan Lerthattasin asal Thailand 21-19 21-17 dalam 35 menit, yang sempat disamakan 1-1 setelah pemain ganda Granular Chayanit Chaladchalam/Phatalmas Muenwong asal Thailand menang 3 set 19-21 21-18 21-15 atas wakil Djarum Kudus Agatha Imanuela/Siti Fadia SIlva Ramadhanti dalam 57 menit.
Namun, Djarum Kudus kembali unggul 2-1 setelah tunggal putri kedua Djarum Dinar Dyah Ayustine menang 2 set langsung 21-14 21-15 atas wakil Granular asal Thailand Panisa Puangsawat dalam waktu setengah jam. Djarum Kudus kemudian bertambah unggul 3-1 setelah ganda putri kedua Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto menang mudah 21-7 21-16 atas ganda Granular Natchpapha Chatupornkarnchana/Sanicha Chumnibannakarn dalam 25 menit. Dan tunggal ketiga Alifia Intan Nurrokhim mengunci kemenangan 4-1 atas Granular setelah ia menang 2 set 21-14 21-17 atas Somm Sawangsari dalam 25 menit.
Hari kedua akan diselenggarakan besok tanggal 19 Februari 2019, dimana pertandingan besok adalah sebagai berikut:
Grup X:
Jaya Raya Jakarta vs Samurai Japan Reptiles
Berkat Abadi vs Tiket.com Champion Klaten
Grup Y:
Mutiara Cardinal vs Granular
Djarum Kudus vs Saishunkan Nihon - Unisys
Tim manakah yang akan menang? Kita tunggu saja!
Semua hasil pertandingan diperoleh dari djarumbadminton.com

Djarum Superliga 2019 Hari Pertama Bagian Putra: Musica Dan Djarum Menang Mudah!

Djarum Superliga 2019 Hari Pertama Bagian Putra: Musica Dan Djarum Menang Mudah!



Djarum Superliga Badminton 2019 (Sumber: IndoSport)
Djarum Superliga 2019 adalah turnamen bulutangkis beregu yang tidak masuk kalender BWF, sehingga tidak memberikan poin untuk peringkat dunia. Meski begitu, turnamen nasional ini cukup bergengsi karena akan mempertandingkan berbagai pemain tingkat dunia, baik itu pemain lokal maupun internasional. Tercatat, 8 tim tunggal putra dan 8 tim tunggal putri yang terbagi dalam masing - masing 2 grup (Grup A dan B untuk tim pria, dan Grup X dan Y untuk tim wanita) akan bertanding memperebutkan total hadiah 300.000 Dolar Amerika (sekitar 4,35 Miliar Rupiah), seperti dilansir dari Tempo. Turnamen tersebut diselenggarakan pada tanggal 18 - 24 Februari 2019 dan diselenggarakan di Sabuga, Kota Bandung.
Pada hari ini, diselenggarakan laga pertama di masing - masing grup, dimana di Grup A ada Musica Trinity melawan Berkat Abadi, Grup B ada Djarum Kudus (P) melawan Jatim United.

Anthony Sinisuka Ginting membela Musica Trinity di Djarum Superliga 2019 (Sumber: Kompas)
Hasilnya, Di Grup A, Musica Trinity menang 4-1 melawan Berkat Abadi. Tunggal putra pertama Anthony Sinisuka Ginting menang 2 set 21-12 21-17 melawan Brice Leverdez, wakil impor asal Perancis milik Berkat Abadi dalam 30 menit. Setelahnya, di pertandingan kedua, ganda putra beda negara Fajar Alfian/Lee Yong Dae (Korea) menang 21-19 21-14 atas ganda putra gado - gado Agripinna Prima/Ricky Karanda Suwardi dalam 33 menit. Jonatan Christie juga menang meski mendapat perlawanan ketat dari wakil tunggal putra asal Berkat Abadi Panji Ahmad Maulana, dengan 3 set 21-9 17-21 21-12 dalam 55 menit untuk membuat skor menjadi 3-0.
Ganda putra kedua Berkat Abadi, Kenas Adi Haryanto/Rian Agung Saputro memperkecil ketertinggalan mereka menjadi 3-1 setelah menang 2 set 21-16 21-15 atas ganda putra gado - gado Musica Trinity Hardianto/Kim Sa-Rang (Korea) dalam waktu setengah jam. Namun, tunggal ketiga memastikan kemenangan telak Musica Trinity atas Berkat Abadi 4-1 setelah wakil impornya, Sai Praneeth asal India menang tipis 2 set langsung 21-19 21-19 atas wakil Berkat Abadi, Wisnu Yuli Prasetyo dalam 31 menit.

Sony Dwi Kuncoro (Jatim United) vs Ihsan Maulana (Djarum Kudus) (Sumber: Tirto.id)
Di Grup B, Djarum Kudus juga menang 4-1 atas Jatim United. Sony Dwi Kuncoro memberikan poin pertama untuk Jatim United setelah ia menang 2 set langsung 21-13 21-9 melawan Ihsan Maulana wakil Djarum Kudus dalam 35 menit.
Namun, hanya Sony Dwi Kuncoro saja yang pada akhirnya memberikan poin untuk Jatim United, karena setelahnya Djarum Kudus berhasil meraih 4 poin selanjutnya, ganda putra pertama Djarum Kudus, Berry Angriawan/Mohammad Ahsan menang dengan skor ketat 3 set 21-14 19-21 21-16 atas wakil Jatim United, Calvin Kristanto/Yantoni Edy Saputra dalam 37 menit. Shesar Hiren Rhustavito kemudian membuat Djarum Kudus unggul 2-1 setelah ia menang 2 set 21-11 21-13 melawan Muhammad Bayu Pangisthu dalam 27 menit. Ganda kedua Djarum Kudus Kevin Sanjaya/Praveen Jordan kemudian membuat skor 3-1 setelah membalikkan kekalahan set pertama menjadi kemenangan 3 set 18-21 21-18 21-13 atas saudara kembar Syahrizal Dafandi/Syahrozi Dafandi dalam 41 menit. Akhirnya, Djarum Kudus menang 4-1 setelah Ikhsan Leonardo Rumbay menang 2 set 21-12 21-10 melawan Aldo Oktaviano Purnomo dalam 31 menit.
Hari kedua akan diselenggarakan besok tanggal 19 Februari 2019, dimana di Grup A akan ada Sports Affair melawan Daihatsu Aztec, dan di Grup B ada Jaya Raya Jakarta melawan Hitachi. Tim manakah yang akan menang? Kita tunggu saja!
Semua hasil pertandingan diperoleh dari djarumbadminton.com